Sabtu, 03 Maret 2012

PENINGKATAN KESADARAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN

Sejalan dengan kemajuan dan perkembangan jaman, masyarakat dunia sangat prihatin terhadap terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang semakin meluas. Problema lingkungan hidup yang rumit seperti : kerusakan ekosistem, kepunahan spesies, peningkatan kadar gas CO2 di udara sampai kerusakan hutan merupakan berita yang tidak mengejutkan lagi. Sekolah, merupakan salah satu lembaga dengan potensi strategis untuk pembinaan kesadaran generasi muda tentang problema lingkungan hidup. Selama ini misi pendidikan lingkungan hidup di sekolah disisipkan melalui proses pembelajaran IPA/IPS yang masih bersifat ”Text-book Oriented” dan tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam memahami kompleksitas masalah lingkungan hidup. Pengintegrasian kegiatan pembelajaran berbasis berita ke dalam pembelajaran IPA merupakan solusi ideal sebagai salah satu strategi peningkatan kesadaran/kepedulian siswa terhadap masalah-masalah lingkungan hidup. Fokus kegiatan pembelajaran berbasis berita adalah pemberdayaan IPA yang berwawasan lingkungan. Tujuan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Berita ini untuk (1) membangkitkan kesadaran siswa sedini mungkin terhadap masalah-masalah lingkungan hidup, (2) memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dan terlibat langsung dalam upaya penyelamatan lingkungan, (3) meningkatkan informasi, motivasi dan keterampilan siswa untuk menyelamatkan lingkungan hidup, (4) meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sadar, peduli dan termotivasi bertindak untuk menyelamatkan lingkungan dan (5) melembagakan secara serius model pendidikan lingkungan yang formal di sekolah. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Berita ini dilaksanakan di kelas VIII A dan VIII B SMP Negeri 2 Mungkid, Magelang, Semester 1 tahun pelajaran 2006 / 2007 dengan jumlah siswa 80 anak yang terdiri dari 46 putera dan 34 puteri. Secara keseluruhan penelitian ini berlangsung melalui 3 tahap yaitu : (1) mendeskripsikan tingkat kesadaran siswa terhadap masalah lingkungan hidup dan model pendidikan lingkungan yang selama ini berlangsung di sekolah., (2) perumusan paket panduan model pembelajaran berbasis berita untuk pendidikan lingkungan hidup di sekolah dan (3) program aksi model yaitu penerapan model pembelajaran di kelas. Berdasarkan data hasil penelitian, frekuensi jawaban siswa terhadap aksi merusak lingkungan semakin bervariasi dalam arti alternatif jawaban yang dipilih menjadi semakin banyak dari siklus 1 ke siklus-siklus berikutnya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa terhadap kompleksitas masalah lingkungan hidup semakin meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis berita berpengaruh positif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap masalah lingkungan hidup. Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini disarankan kepada setiap guru untuk mengadopsi model pembelajaran berbasis berita sebagai salah satu model pembelajaran dalam setiap kali mengajar di kelas. Harapan peneliti semoga Model Pembelajaran Berbasis Berita ini dapat membangkitkan semangat guru untuk dapat memotivasi siswa agar memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap problema lingkungan hidup sehingga pada akhirnya dapat termotivasi untuk bertindak menyelamatkan lingkungan hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar